Archives
<< May 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

Reads

Ketertarikan saya pada Alkitab salah satunya adalah karena keakuratannya dalam menubuatkan pada setiap hal yang terjadi di dunia ini. Sekarang, keadaan ini, sudah ada ditulis di Alkitab lama sebelum hal itu terjadi. Hal ini sangat memukau bagi saya. Dari semua nubuatan yang ada di Alkitab, semuanya sudah terjadi. Yang belum terjadi hanyalah, kedatangan Tuhan Yesus, untuk kedua kalinya. Sebagai Juruselamat, Imam Mahdi, Raja atas segala raja untuk mewujudkan KerajaanNya di bumi seperti di surga


Untuk sahabat-sahabat Muslim, blog ini bukan untuk berdebat siapa yang paling benar. Saya percaya Kebenaran tidak memerlukan pembelaan, karena Kebenaran akan membenarkan alias membela dirinya sendiri. Kalau ada yang mau berdebat silahkan di forum debat antar agama. Atau kalau mau mencari jawaban silahkan ke link ini:
ANSWERING-ISLAM
atau ke link ini:
APOLOGETIKA

Silahkan klik "Next Page" di sudut kanan bawah untuk melihat tulisan-tulisan sebelumya.
Free Web Counter
hit Counter


Contact
   


Contact Me
If you want to be updated on this weblog Enter your email here:
rss feed

Extras
Alkitab Bahasa Indonesia

www.reverendfun.com/

Beberapa tulisan yang ada disini merupakan terjemahan bebas dari berbagai sumber yang saya kumpulkan mengenai Akhir Zaman. Semua sumber akan saya sebutkan pada setiap tulisan. Kecuali kutipan ayat-ayat Alkitab yang saya ambil dari program Alkitab SABDA.
Tulisan ini sama sekali bukan untuk menakut-nakuti atau menghasut, mengajak orang berbuat tidak benar seperti bunuh diri, ataupun memprediksi kapan hari kiamat datang.
Sama sekali bukan.
Hal ini saya kumpulkan hanya karena keheranan saya terhadap keakuratan Firman Tuhan dalam Alkitab terhadap segala sesuatu yang terjadi di dunia ini. Hanya itu saja.


who links here

Christian Answers Network home



Kreasi dan Evolusi

Christian Background Music TM











Blogdrive
Tuesday, August 01, 2006
Mengapa Timur Tengah Tidak Pernah Damai?

IMAM BESAR AGUNG

Dalam Al-Quran maupun Hadis, Yesus disebut sebagai "Isa putera Maryam", Ia tidak pernah disebut sebagai "Putera Allah" karena hal itu dianggap sebagai penghujatan. Tetapi kenyataannya ada kontradiksi yang sangat serius bahkan bila umat Muslim menganggap Yesus sebagai seorang nabi karena Yesus sendiri pernah berkata bahwa "Ia adalah Allah" (Yohanes 10:30) dan "Ia adalah anak Allah" (Yohanes 10:36).

Hal ini membuat Yesus tidak layak menjadi nabi dalam hukum Islam sama seperti Yesus dianggap tidak layak oleh ahli-ahli Taurat pada zaman dahulu. Tetapi bagaimanapun juga dalam Hadis Ibnu Majah ada tertulis demikian: 

"Tidak ada Imam Mahdi selain Isa putera Maryam."  (Laa mahdia illa isabnu Maryama)

Dan dalam salah satu Hadis Abu Harirah ada tertulis sebagai berikut:

"Nabi Allah berkata, "Bagaimanakah keadaan kamu ketika Isa putera Maryam muncul ditengah-tengah kamu. Dan ia akan menjadi imam besar [Imam Mahdi] ditengah-tengah kamu (your imam from among yourselves)."

Umat Islam percaya bahwa sang Mesias [Imam Mahdi], yang menunjuk kepada Isa putera Maryam, adalah seorang Muslim yang akan menyebarkan agama Islam ke seluruh dunia. Berikut ini adalah nubuat lebih lanjut yang ada dalam kepercayaan umat Muslim:

"Isa putera Maryam adalah sang Mesias, dan mereka diberitahukan bahwa Mesias akan muncul ditengah-tengah mereka. Mesias ini akan disebut "imamu-kum min kum" [your imam from among yourselves] ................ dan ia [sang Mesias] akan menjadi Imam besar ditengah-tengah kamu, dimana kemudian umat Muslim akan dinaikkan kemuliaannya melalui kekuatannya."

Kemunculan Mesias ditengah-tengah mereka adalah kemunculan dari "mujaddid" (one who receives) "roh dan kekuatan" Mesias dan akan membunuh babi dan menghancurkan kayu salib [?].

Ini adalah nubuat yang sangat aneh sekali bahwa Yesus akan muncul untuk membunuh babi dan menghancurkan kayu salib. Apalagi mengingat ada 'nabi' yang menyebut bangsa lain yang notabene ciptaan Tuhan juga dengan :"babi". Tapi setidaknya sekarang kita mengerti mengapa Osama Bin Laden begitu membenci Israel dan Amerika Serikat yang dipandang sebagai pusat dari kekuatan kayu salib. Dan mungkin umat Muslim berpikir kalau mereka dapat menguasai kota Yerusalem dan seluruh tanah Israel (Kanaan) maka kemuliaan umat Islam akan ditinggikan.

Padahal baru pada zaman Hitler kira-kira seratus tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1917, mufti Amin al-Husseini (1896-1972) pertama kali menunjuk Yerusalem sebagai "tempat suci agama Islam" yang ketiga.

Sebelum itu tempat suci umat Islam hanyalah kota Mekah dan Medinah di Saudi Arabia. Dan sejak saat itu umat Muslim mulai membangun mesjid yang bernama Al-Aqsa dan Dome of the Rock di kota Yerusalem. Sedangkan Bait Allah umat Yahudi yang dibangun oleh raja Salomo putera Daud sudah berada di Yerusalem sejak dari 3000 tahun yang lalu.

Dan disinilah letak permasalahannya mengapa Israel tidak akan pernah berdamai dengan Palestina sampai akhir zaman tiba (mereka telah mulai berperang sejak dari zaman Abraham 4000 tahun yang lalu).

Pada hari sekarang ini ketika umat Muslim berkata "bebaskanlah tanah Palestina", itu sebetulnya berarti "hancurkanlah seluruh bangsa Israel". Umat Muslim percaya bahwa umat Yahudi tidak mempunyai hak untuk hidup di dunia ini.

Semua konferensi-konferensi internasional tentang kedamaian tanah Palestina tidak ada gunanya sama sekali selain sebagai bayang-bayang kemunafikan dari kedua belah pihak karena akar permasalahannya yang sebenarnya adalah umat Muslim sangat ingin untuk menguasai kota Yerusalem dan seluruh tanah Kanaan.

Kedua bangsa ini adalah keturunan darah dari Abraham. Ismael dan Esau adalah nenek moyang dari bangsa-bangsa Arab, sedang Ishak dan Yakub adalah nenek moyang dari bangsa Israel. Karena itu kedua bangsa ini merasa mempunyai hak yang pasti atas seluruh tanah Kanaan (tanah Perjanjian).

Apa yang tidak disadari oleh kedua belah pihak, tanah Kanaan (tanah Perjanjian) hanyalah sebuah "symbol" dari kerajaan Allah. Ketika Yesus masih tergantung di atas kayu salib, symbol itu telah berakhir ketika secara ajaib "tirai yang tergantung di ruang maha kudus di dalam Bait Allah robek menjadi dua bagian" (Matius 27:51).

Tanah Kanaan dan kota Yerusalem disebut suci karena sebelumnya Allah berada di sana di dalam ruang maha suci, tetapi sekarang ruang maha suci itu telah terbuka lebar-lebar dan Allah tidak lagi bersemayam disana.

Pada hari sekarang ini kota Yerusalem dan tanah Kanaan tidak mempunyai kepentingan yang lebih besar daripada kota Damaskus, Roma, Paris atau kota-kota dan tempat-tempat lainnya.

Tanah Kanaan yang dimaksudkan Tuhan banyak mengandung "susu dan madu" adalah tanah Kanaan secara "rohani" bukan tanah secara fisik. Dan Bait Allah yang dimaksud Tuhan juga adalah Bait "rohani" yang terdiri dari "badan kumpulan orang-orang percaya" (body of believers) bukan Bait Allah secara fisik yang berada di kota Yerusalem.

Kitab Yohanes 2:19-21 menyatakan demikian:

"Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri."

Dan kitab 1 Korintus 3:16 menambahkan demikian:

"Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?"

Sangat disayangkan sekali umat Muslim di seluruh dunia begitu mencintai "kekerasan", dan Al-Quran sangat-sangat menganjurkan untuk melakukan kekerasan untuk memuaskan Allah SWT. Nabi Daud yang hidup kira-kira 3000 tahun yang lalu, dibawah inpirasi dari Allah Roh Kudus berkata tentang keturunan Ismael dalam kitab Mazmur 120:5-7 demikian:

"Celakalah aku, karena harus tinggal sebagai orang asing di Mesekh, karena harus diam di antara kemah-kemah Kedar [bin Ismael]! Cukup lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang membenci perdamaian. Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang."

Berbeda dengan kepercayaan Kristen dimana Yesus dalam Injil Perjanjian Baru sangat-sangat menekankan "cinta kasih", dan Ia tidak pernah membunuh satu orangpun. Satu-satunya nyawa yang ia kurbankan adalah nyawa-Nya sendiri.

Tetapi pengajaran tentang mengasihi sesama manusia ini adalah sangat asing bagi doktrin Islam. Kita mendapati bahwa --tidak ada satupun-- kata "cinta kasih" (love) ditemukan di dalam Al-Quran.

Sekarang kita bisa melihat bahwa ada jutaan umat Muslim yang "cinta kedamaian" sebetulnya tidak mempedulikan atau menghindari fakta bahwa ajaran Muhammad sangat dipenuhi dengan kekerasan. Hal yang sama juga terjadi kepada umat Kristen, ada jutaan orang yang mengaku sebagai Kristen tetapi tidak pernah membaca Alkitab secara serius. Hanya bedanya semakin banyak seseorang membaca Alkitab ia akan menjadi seseorang yang lebih mencintai kedamaian, tetapi semakin banyak seseorang membaca Al-Quran ia akan menjadi seseorang yang sangat menyukai kekerasan.

Doktrin keselamatan dalam Islam juga sangat-sangat bergantung kepada tugas-tugas yang harus dilakukan atau "injil pekerjaan" (sunat jasmani, puasa jasmani, memakai jilbab, tidak makan makanan jasmani tertentu, mengadakan kurban binatang jantan yang tidak bercacat, mencuci tangan dan kaki dengan air, sembahyang lima waktu, dan balas dendam atau jihad, dll.) Al-Quran mengajarkan bahwa umat Muslim bisa mendapatkan pengampunan atas dosa-dosanya kalau mereka melakukan jihad (Qs. Surah 3:195).


Sebaliknya, Alkitab mengajarkan pengampunan. Matius 5:44 menyatakan:

"Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu."

Lukas 6:28 menyatakan:

"mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu."

Matius 6:14 menyatakan:

"Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga."

Dan 1 Yohanes 4:8 menyatakan:

"Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih."


Tentu saja hal ini tidak mudah untuk selalu diingat dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi itulah sebenarnya ajaran yang diajarkan oleh Yesus di dalam Injil Perjanjian Baru. Dan Alkitab mengajarkan bahwa keselamatan yang sejati adalah 100% "kasih karunia" dari Allah Yang Maha Kuasa (Injil Anugrah). Keselamatan bukan terjadi karena usaha/pekerjaan/perbuatan yang manusia dapat lakukan sendiri betapapun baik dan suci kelihatannya perbuatan tersebut dimata manusia.

Yesaya 84:6 menyatakan bahwa kesalehan kita sendiri adalah seperti "kain kotor" dimata Tuhan, disitu kita baca:

"Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin."


Hanya karena "kasih karunia" (anugrah) Allah saja seseorang bisa mengenal Yesus Kristus dan diselamatkan. Karena hanya iman Kristus-lah yang dapat menyelamatkan umat manusia, sedang iman manusia itu sendiri tidak dapat menyelamatkannya dari murka Allah yang akan datang. Yohanes 6:29 (versi KJV) menyatakan:

"Inilah pekerjaan Allah, yaitu kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah [yaitu Kristus]."

Efesus 2:8-9 menyatakan:

"Sebab karena kasih karunia [anugrah] kamu diselamatkan oleh iman [Kristus]; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."


Dan Titus 3:5 menjelaskan bahwa perbuatan baik kita sendiri (manusia) tidak pernah menjadi penyebab dari keselamatan:

"pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya [anugrah] oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,"


Yesus Kristus adalah Anak Domba yang tidak bercacat yang disediakan Allah sekali dan selama-lamanya untuk pengampunan dosa-dosa umat-Nya. Ingatlah bahwa Yesus disalib tepat pada hari raya Paskah Perjanjian Lama (passover) dimana pada masa-masa itu umat Israel merayakannya dengan menyembelih jutaan "Anak Domba Paskah" jantan yang tidak bercacat untuk mengingat kebebasan yang mereka terima dari Tuhan terhadap perbudakan [dosa] di tanah Mesir (Keluaran 12).

Dalam kata lain Allah bekerja dengan ketepatan waktu yang sangat sempurna mengingat Yesus sebetulnya adalah "Anak Domba Paskah yang disembelih sejak sebelum dunia dijadikan" (Wahyu 13:8). Itulah sebabnya di Yohanes 14:6 kita baca:

"Kata Yesus kepadanya: "Akulah JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Sedangkan sebelum wafat Muhammad berdoa:

"Wahai Tuhan! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi"  (Hadits Shahih Bukhari 1573)

Ada perbedaan yang cukup kontras diantara dua individu ini. Muhammad terlihat tidak yakin kalau ia akan masuk ke dalam Surga, tetapi Yesus berkata bahwa Ia adalah "satu-satunya" jalan menuju Surga Allah yang suci.


Semoga Allah pencipta semesta alam membuka hatimu kepada terang-Nya yang abadi.

Tuhan memberkati,
Setiawan


Posted at 15:08 by Jephman
Make a comment  


Tuesday, March 07, 2006
Kemanakah Kita Setelah Meninggal?

Kemanakah Kita Setelah Meninggal?

Pertanyaan yang selalu menghantui kita. Sejak manusia sadar akan hidupnya dan melihat kematian.

Satu hal yang saya percaya: Kematian bukan akhir dari segalanya. Ada kehidupan setelah kematian. Seorang atheis/komunis sekalipun banyak yang menerima Tuhan setelah mengetahui kematian ada didepannya.

Tapi apakah setelah kematian lantas manusia masuk dalam "proses penyucian" dahulu lalu untuk dihakimi sesuai perbuatannya setelah dihukum sesuai perbuatannya itu lalu bisa masuk surga dengan ditemani 72 malaikat perawan cantik/ganteng seperti pendapat banyak orang.

Dalam Alkitab dijelaskan bahwa setelah kematian, roh manusia menunggu di GEHENA. Sebuah alam roh. Setelah waktuNYa tiba. Maka Yesus akan menyongsong setiap orang percaya dan membangkitkan para martir (syuhada). Kejadian ini disebut rapture. Setelah itu ada Kerajaan 1000 tahun. Dengan Yesus Kristus sebagai Rajanya di Bumi bersama-sama setiap orang percaya memerintah di Bumi untuk 1000 tahun.

Lalu Setan dan para malaikatnya melakukan perang terhadap Kerajaan ini dan banyak orang akan disesatkan dan binasa. Setiap orang yang mengakui Yesus adalah TUHAN dan Juruselamat dan melakukan setiap perintahNYA akan hidup.

Akhirnya Bumi yang baru akan lahir. Tidak ada kejahatan. Tidak ada kematian. Tidak ada setiap orang ditemani 72 perawan cantik. Karena di Surga tidak ada KEMAKSIATAN.

Saya tidak bisa membayangkan Ayah saya berada bersama 72 perawan atau Ibu saya bersama 72 gigolo surgawi.  Bersama-sama kakek atau nenek saya atau bahkan saya sendiri.

Maaf. Surga bukan tempat maksiat. Smile


Posted at 08:24 by Jephman
Make a comment  


Thursday, February 09, 2006
Yang Tidak Berdosa

YANG TIDAK PERNAH BERDOSA, SILAHKAN MEMBUNUH!

Sebuah kisah dari Alkitab merefleksikan keadaan hari-hari ini. Yesus Kristus didatangi Yahudi ahli-ahli Taurat dan Farisi  dan membawa seorang wanita yang kedapatan sedang berjinah. Menurut hukum Yahudi, mereka layak dihukum dengan dilempari batu sampai mati (rajam). Apakah jawabanNya?

Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"

Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.

Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." (Yoh 8 : 4-7)

Sungguh memalukan dan menakutkan kalau orang-orang yang mengaku beragama justru berkelakuan sama atau bahkan lebih sadis dari orang-orang yang tidak mengenal Tuhan.

Sama seperti orang-orang Yahudi dengan ahli-ahli kitabnya, mereka mengaku beragama, umat pilihan Allah, namun jika ada yang bersalah/berbuat dosa, langsung berubah menjadi monster haus darah, menginginkan kematian sesamanya, menghalalkan pembunuhan, mencabut nyawa manusia seperti layaknya diri mereka itu Tuhan, berhak mencabut nyawa manusia dengan dalih demi agama, demi Tuhan. Hak apakah yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk mencabut nyawa manusia lain?

Saya sama sekali tidak mendukung pembuatan/penayangan kartun Muhammad atau berbagai dalih kebebasan pers/berekspresi. Namun luapan emosi kebablasan seperti foto-foto diatas juga tidak mencerminkan ummat yang mengaku beragama.

Sama kebablasannya seperti orang-orang Yahudi yang bertemu Yesus dalam cerita diatas. Dimana ummat yang mengaku beriman justru lebih sadis, lebih beringas dari orang-orang yang tidak beragama. Dimana manusia menjadi Tuhan, berhak mencabut nyawa manusia lain.

 Image hosting by Photobucket

Sangat menyedihkan manusia yang mengaku beragama sama beringasnya seperti yang tidak mengenal Tuhan.

Yesus Kristus memberikan jawaban yang jauh lebih cerdas dan lebih bijaksana daripada alasan-alasan "membela agama" atau "membela nabi". Yesus mengalami penghinaan jauh lebih berat dari ini. Ia disalibkan bersama penjahat dan pembunuh. Yesus malahan berdoa untuk mereka yang menghinaNYA agar dihapuskan dosa-dosa mereka. Hanya itu. Tidak perlu darah dan nyawa orang lain agar impas.


Posted at 10:36 by Jephman
Make a comment  


Next Page