Halal-Haram
Dahulu saya pernah didatangi orang dan ia berkata : "Kamu orang Nasrani ya? Kamu pasti makan babi ya? Hehehehe" katanya sambil terkekeh-kekeh "Kamu suka minum-minum ya?" lanjutnya sambil tersenyum merendahkan
Saya menjawabnya tenang saja juga sambil tersenyum : "Iya, tapi saya tidak suka mabuk"
Tak beberapa waktu yang lalu saya menerima email dari sebuah milis. Isinya tentang percakapan si 'Bob' dan si "Abdullah" yang isinya betapa daging babi itu berisi suatu asam yang merusak kesehatan dan mengandung bibit-bibit penyakit seperti cacing pita.
Konsep halal-haram dalam kristen juga ada. Kalau kita memperhatikan di Kitab Imamat dan Ulangan, maka jelas sekali jenis-jenis binatang yang haram untuk dimakan. Terlalu banyak untuk ditulis disini. Singkatnya, ikan Lele dan babi -anjing termasuk didalamnya.
Lantas kenapa orang Kristen diperbolehkan makan babi-anjing-alkohol walaupun Alkitab melarangnya?
Tuhan sudah menjelaskannya dalam Markus 7. Disana ada kejadian dimana murid-murid Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan. Bagi orang Yahudi hal ini menajiskan, dan golongan Farisi menanyakannya. Apakah jawaban Tuhan? Marilah kita simak ayat 18-23 :
Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.
Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."
Jelaslah bahwa konsep halal-haram yang semula untuk mengatur perilaku makan yang berkaitan dengan kesehatan itu telah dijadikan oleh golongan Farisi untuk menutup-nutupi kemunafikan mereka dan dipergunakan untuk menyerang kelompok lain. Mereka memang menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan dan berdoa dahulu sebelum makan dan memakan makanan halal, namun hati mereka tetap kotor.
Babi memang memiliki kandungan asam dan cacing pita yang merugikan kesehatan TETAPI kambing dan sapi PUN memiliki kandungan asam dan cacing pita juga. Lebih berbahaya lagi kalau terjangkit Anthrax. Ayam yang halal pun memiliki kandungan asam, juga berbahaya kalau terjangkit Flu Burung walaupun nggak ada cacing pitanya. Semuanya jika dikonsumsi berlebihan karena rakus/serakah pun mendatangkan penyakit seperti tekanan darah tinggi(kambing), obesitas (babi dan sapi), stroke, jantung koroner, diabetes dan sebagainya.
Mengenai minuman beralkohol, Alkitab memang tidak melarang minuman beralkohol, YANG DILARANG ADALAH KEMABUKAN. Kemabukanlah yang merusak manusia. Segala sesuatu (termasuk alkohol), jika dikonsumsi berlebihan pasti mendatangkan kerugian.
Jadi, bukan apa yang kita makan yang menajiskan kita. Babi, Kambing, Ayam, Sapi, Anjing, Alkohol dan sebagainya (termasuk rokok) semuanya memang memiliki potensi merusak kesehatan. Semua diciptakan TUHAN untuk kebaikan dan kita diperlengkapi TUHAN dengan OTAK dan HATI untuk dapat menilai baik-buruk sehingga dapat mempergunakan segala berkah TUHAN itu secukupnya untuk kehidupan dan kesehatan.
Buat apa memakan makanan yang halal jika kita makan dengan rakus serakah, dengan hati penuh dendam, iri hati, sombong, mulut penuh fitnah,
atau makan makanan halal tetapi tetap berpoligami untuk memuaskan nafsu seksual,
atau makan makanan halal tetapi tetap membunuh sambil menyebut nama Tuhan yang Maha Besar?
Posted at 15:13 by Jephman
Permalink