IMAM BESAR AGUNG
Dalam Al-Quran maupun Hadis, Yesus disebut sebagai "Isa putera Maryam", Ia tidak pernah disebut sebagai "Putera Allah" karena hal itu dianggap sebagai penghujatan. Tetapi kenyataannya ada kontradiksi yang sangat serius bahkan bila umat Muslim menganggap Yesus sebagai seorang nabi karena Yesus sendiri pernah berkata bahwa "Ia adalah Allah" (Yohanes 10:30) dan "Ia adalah anak Allah" (Yohanes 10:36).
Hal ini membuat Yesus tidak layak menjadi nabi dalam hukum Islam sama seperti Yesus dianggap tidak layak oleh ahli-ahli Taurat pada zaman dahulu. Tetapi bagaimanapun juga dalam Hadis Ibnu Majah ada tertulis demikian:
"Tidak ada Imam Mahdi selain Isa putera Maryam." (Laa mahdia illa isabnu Maryama)
Dan dalam salah satu Hadis Abu Harirah ada tertulis sebagai berikut:
"Nabi Allah berkata, "Bagaimanakah keadaan kamu ketika Isa putera Maryam muncul ditengah-tengah kamu. Dan ia akan menjadi imam besar [Imam Mahdi] ditengah-tengah kamu (your imam from among yourselves)."
Umat Islam percaya bahwa sang Mesias [Imam Mahdi], yang menunjuk kepada Isa putera Maryam, adalah seorang Muslim yang akan menyebarkan agama Islam ke seluruh dunia. Berikut ini adalah nubuat lebih lanjut yang ada dalam kepercayaan umat Muslim:
"Isa putera Maryam adalah sang Mesias, dan mereka diberitahukan bahwa Mesias akan muncul ditengah-tengah mereka. Mesias ini akan disebut "imamu-kum min kum" [your imam from among yourselves] ................ dan ia [sang Mesias] akan menjadi Imam besar ditengah-tengah kamu, dimana kemudian umat Muslim akan dinaikkan kemuliaannya melalui kekuatannya."
Kemunculan Mesias ditengah-tengah mereka adalah kemunculan dari "mujaddid" (one who receives) "roh dan kekuatan" Mesias dan akan membunuh babi dan menghancurkan kayu salib [?].
Ini adalah nubuat yang sangat aneh sekali bahwa Yesus akan muncul untuk membunuh babi dan menghancurkan kayu salib. Apalagi mengingat ada 'nabi' yang menyebut bangsa lain yang notabene ciptaan Tuhan juga dengan :"babi". Tapi setidaknya sekarang kita mengerti mengapa Osama Bin Laden begitu membenci Israel dan Amerika Serikat yang dipandang sebagai pusat dari kekuatan kayu salib. Dan mungkin umat Muslim berpikir kalau mereka dapat menguasai kota Yerusalem dan seluruh tanah Israel (Kanaan) maka kemuliaan umat Islam akan ditinggikan.
Padahal baru pada zaman Hitler kira-kira seratus tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1917, mufti Amin al-Husseini (1896-1972) pertama kali menunjuk Yerusalem sebagai "tempat suci agama Islam" yang ketiga.
Sebelum itu tempat suci umat Islam hanyalah kota Mekah dan Medinah di Saudi Arabia. Dan sejak saat itu umat Muslim mulai membangun mesjid yang bernama Al-Aqsa dan Dome of the Rock di kota Yerusalem. Sedangkan Bait Allah umat Yahudi yang dibangun oleh raja Salomo putera Daud sudah berada di Yerusalem sejak dari 3000 tahun yang lalu.
Dan disinilah letak permasalahannya mengapa Israel tidak akan pernah berdamai dengan Palestina sampai akhir zaman tiba (mereka telah mulai berperang sejak dari zaman Abraham 4000 tahun yang lalu).
Pada hari sekarang ini ketika umat Muslim berkata "bebaskanlah tanah Palestina", itu sebetulnya berarti "hancurkanlah seluruh bangsa Israel". Umat Muslim percaya bahwa umat Yahudi tidak mempunyai hak untuk hidup di dunia ini.
Semua konferensi-konferensi internasional tentang kedamaian tanah Palestina tidak ada gunanya sama sekali selain sebagai bayang-bayang kemunafikan dari kedua belah pihak karena akar permasalahannya yang sebenarnya adalah umat Muslim sangat ingin untuk menguasai kota Yerusalem dan seluruh tanah Kanaan.
Kedua bangsa ini adalah keturunan darah dari Abraham. Ismael dan Esau adalah nenek moyang dari bangsa-bangsa Arab, sedang Ishak dan Yakub adalah nenek moyang dari bangsa Israel. Karena itu kedua bangsa ini merasa mempunyai hak yang pasti atas seluruh tanah Kanaan (tanah Perjanjian).
Apa yang tidak disadari oleh kedua belah pihak, tanah Kanaan (tanah Perjanjian) hanyalah sebuah "symbol" dari kerajaan Allah. Ketika Yesus masih tergantung di atas kayu salib, symbol itu telah berakhir ketika secara ajaib "tirai yang tergantung di ruang maha kudus di dalam Bait Allah robek menjadi dua bagian" (Matius 27:51).
Tanah Kanaan dan kota Yerusalem disebut suci karena sebelumnya Allah berada di sana di dalam ruang maha suci, tetapi sekarang ruang maha suci itu telah terbuka lebar-lebar dan Allah tidak lagi bersemayam disana.
Pada hari sekarang ini kota Yerusalem dan tanah Kanaan tidak mempunyai kepentingan yang lebih besar daripada kota Damaskus, Roma, Paris atau kota-kota dan tempat-tempat lainnya.
Tanah Kanaan yang dimaksudkan Tuhan banyak mengandung "susu dan madu" adalah tanah Kanaan secara "rohani" bukan tanah secara fisik. Dan Bait Allah yang dimaksud Tuhan juga adalah Bait "rohani" yang terdiri dari "badan kumpulan orang-orang percaya" (body of believers) bukan Bait Allah secara fisik yang berada di kota Yerusalem.
Kitab Yohanes 2:19-21 menyatakan demikian:
"Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri."
Dan kitab 1 Korintus 3:16 menambahkan demikian:
"Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?"
Sangat disayangkan sekali umat Muslim di seluruh dunia begitu mencintai "kekerasan", dan Al-Quran sangat-sangat menganjurkan untuk melakukan kekerasan untuk memuaskan Allah SWT. Nabi Daud yang hidup kira-kira 3000 tahun yang lalu, dibawah inpirasi dari Allah Roh Kudus berkata tentang keturunan Ismael dalam kitab Mazmur 120:5-7 demikian:
"Celakalah aku, karena harus tinggal sebagai orang asing di Mesekh, karena harus diam di antara kemah-kemah Kedar [bin Ismael]! Cukup lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang membenci perdamaian. Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang."
Berbeda dengan kepercayaan Kristen dimana Yesus dalam Injil Perjanjian Baru sangat-sangat menekankan "cinta kasih", dan Ia tidak pernah membunuh satu orangpun. Satu-satunya nyawa yang ia kurbankan adalah nyawa-Nya sendiri.
Tetapi pengajaran tentang mengasihi sesama manusia ini adalah sangat asing bagi doktrin Islam. Kita mendapati bahwa --tidak ada satupun-- kata "cinta kasih" (love) ditemukan di dalam Al-Quran.
Sekarang kita bisa melihat bahwa ada jutaan umat Muslim yang "cinta kedamaian" sebetulnya tidak mempedulikan atau menghindari fakta bahwa ajaran Muhammad sangat dipenuhi dengan kekerasan. Hal yang sama juga terjadi kepada umat Kristen, ada jutaan orang yang mengaku sebagai Kristen tetapi tidak pernah membaca Alkitab secara serius. Hanya bedanya semakin banyak seseorang membaca Alkitab ia akan menjadi seseorang yang lebih mencintai kedamaian, tetapi semakin banyak seseorang membaca Al-Quran ia akan menjadi seseorang yang sangat menyukai kekerasan.
Doktrin keselamatan dalam Islam juga sangat-sangat bergantung kepada tugas-tugas yang harus dilakukan atau "injil pekerjaan" (sunat jasmani, puasa jasmani, memakai jilbab, tidak makan makanan jasmani tertentu, mengadakan kurban binatang jantan yang tidak bercacat, mencuci tangan dan kaki dengan air, sembahyang lima waktu, dan balas dendam atau jihad, dll.) Al-Quran mengajarkan bahwa umat Muslim bisa mendapatkan pengampunan atas dosa-dosanya kalau mereka melakukan jihad (Qs. Surah 3:195).
Sebaliknya, Alkitab mengajarkan pengampunan. Matius 5:44 menyatakan:
"Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu."
Lukas 6:28 menyatakan:
"mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu."
Matius 6:14 menyatakan:
"Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga."
Dan 1 Yohanes 4:8 menyatakan:
"Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih."
Tentu saja hal ini tidak mudah untuk selalu diingat dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi itulah sebenarnya ajaran yang diajarkan oleh Yesus di dalam Injil Perjanjian Baru. Dan Alkitab mengajarkan bahwa keselamatan yang sejati adalah 100% "kasih karunia" dari Allah Yang Maha Kuasa (Injil Anugrah). Keselamatan bukan terjadi karena usaha/pekerjaan/perbuatan yang manusia dapat lakukan sendiri betapapun baik dan suci kelihatannya perbuatan tersebut dimata manusia.
Yesaya 84:6 menyatakan bahwa kesalehan kita sendiri adalah seperti "kain kotor" dimata Tuhan, disitu kita baca:
"Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin."
Hanya karena "kasih karunia" (anugrah) Allah saja seseorang bisa mengenal Yesus Kristus dan diselamatkan. Karena hanya iman Kristus-lah yang dapat menyelamatkan umat manusia, sedang iman manusia itu sendiri tidak dapat menyelamatkannya dari murka Allah yang akan datang. Yohanes 6:29 (versi KJV) menyatakan:
"Inilah pekerjaan Allah, yaitu kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah [yaitu Kristus]."
Efesus 2:8-9 menyatakan:
"Sebab karena kasih karunia [anugrah] kamu diselamatkan oleh iman [Kristus]; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."
Dan Titus 3:5 menjelaskan bahwa perbuatan baik kita sendiri (manusia) tidak pernah menjadi penyebab dari keselamatan:
"pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya [anugrah] oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,"
Yesus Kristus adalah Anak Domba yang tidak bercacat yang disediakan Allah sekali dan selama-lamanya untuk pengampunan dosa-dosa umat-Nya. Ingatlah bahwa Yesus disalib tepat pada hari raya Paskah Perjanjian Lama (passover) dimana pada masa-masa itu umat Israel merayakannya dengan menyembelih jutaan "Anak Domba Paskah" jantan yang tidak bercacat untuk mengingat kebebasan yang mereka terima dari Tuhan terhadap perbudakan [dosa] di tanah Mesir (Keluaran 12).
Dalam kata lain Allah bekerja dengan ketepatan waktu yang sangat sempurna mengingat Yesus sebetulnya adalah "Anak Domba Paskah yang disembelih sejak sebelum dunia dijadikan" (Wahyu 13:8). Itulah sebabnya di Yohanes 14:6 kita baca:
"Kata Yesus kepadanya: "Akulah JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."
Sedangkan sebelum wafat Muhammad berdoa:
"Wahai Tuhan! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi" (Hadits Shahih Bukhari 1573)
Ada perbedaan yang cukup kontras diantara dua individu ini. Muhammad terlihat tidak yakin kalau ia akan masuk ke dalam Surga, tetapi Yesus berkata bahwa Ia adalah "satu-satunya" jalan menuju Surga Allah yang suci.
Semoga Allah pencipta semesta alam membuka hatimu kepada terang-Nya yang abadi.
Tuhan memberkati,
Setiawan
Posted at 15:08 by Jephman
Permalink